UA-58952548-1

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label motoGP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label motoGP. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Januari 2015

Casey Stoner

  

Biografi Casey Stoner - Pembalap MotoGP



Suka biografi ini? Shear Yuk! 
 Share on Facebook    Tweet about this on Twitter     Share on LinkedIn      Pin on Pinterest      Share on Google+
Selamat dating diblog “BiogafiTokoh Dunia”. Ya disini terdapat berbagai macam biografi tokoh-tokoh terkenal di penjuru dunia dengan keahlianya masing-masing dan mungkin ada idola anda atau tokoh yang menginspirasi hidup anda di disini. Selamat berkunjung dan berikut biografinya…

Casey Stoner, Pembalap, MotoGP, BiografiCasey Stoner lahir di Kurri Kurri, New South Wales, Australia, 16 Oktober 1985, Casey Stoner merupakan anak kedua dari pasangan Colin Stoner (seorang tukang cat keliling yang sering menjadi pembalap motor amatir) dan Bronwyn. Casey mempunyai seorang kakak perempuan bernama Kelly Stoner yang juga hobi dan sering turun dalam ajang balapan motor amatir setempat. Sejak masih kecil, Stoner sudah mengenal sepeda motor sekalipun hanya dalam sebatas menyentuh atau bergaya layaknya seorang pembalap. Sepeda motor pertamanya ia jajal pada usia 4 tahun setelah diajarkan oleh kakaknya.

Pada tahun 1993, keluarga Stoner kemudian pindah dari Southport menuju ke Kurri Kurri di New South Wales dalam upayanya mendukung upaya dan semangat Stoner kecil dalam mengikuti balapan. Casey Stoner juga sempat bersekolah sampai usianya 12 tahun sebelum kemudian keluar dan lebih memilih untuk home schooling di tahun 1997. Pada 1999, setelah melihat peluang besar bagi Stoner untuk berkarir sebagai pembalap, keluarga ini memutuskan untuk pindah ke Inggris. Di sana mereka sempat dilanda kebingungan karena tidak memiliki uang untuk membayar biaya sewa dan pajak apartemen dan terpaksa tinggal dalam sebuah karavan.

Stoner menjajal balapan pertamanya pada usia empat tahun dalam sebuah balapan tanah kelas U9 (di bawah usia 9 tahun) di trek balap Mike Hatcher yang terletak di Gold Coast, Australia. Dari usia sembilan tahun sampai 14 tahun, Stoner berhasil memenangi 41 lomba lokal dan 70 lomba antar negara bagian Australia. Stoner juga sempat mengikuti balapan super-sibuk selama lebih dari satu pekan, ketika ia mengikuti lima kelas balapan berbeda dalam sebuah perlombaan yang memperlombakan 35 balapan. Stoner sendiri berpartisipasi dalam 32 dari 35 balapan dalam lima kelas yang berbeda, dan ia kemudian mampu memenangi lima kelas tersebut.

Dikarenakan usia minimal untuk menjadi pembalap di Australia adalah 16 tahun, Stoner kemudian pindah ke Inggris, dimana disana usia minimal untuk mendapatkan SIM balapan adalah 14 tahun. Dari tahun 2000 sampai 2002, Stoner kemudian berpartisipasi dalam kejuaraan nasional balap motor 125cc di Inggris dan Spanyol. Stoner kemudian berhasil memenangi gelar juara Kejuaraan Balap Motor Aprilia Inggris tahun 2000. Penampilannya yang impresif kemudian menarik hati pembalap sekaligus manajer tim Lucio Cecchinello, yang kemudian memberikan kesempatan Stoner turun di balapan GP Inggris 2001 sebagai wild card, sebelum akhirnya pada 2002, Stoner turun penuh di MotoGP kelas 250cc bersama LCR Racing.


Tahun 2003, masih dengan LCR Racing, Stoner kemudian turun di kelas 125cc. Dengan didukung motor Aprilia, Stoner berhasil mencatat empat kali finish podium, tiga diantaranya adalah raihan posisi kedua di Jerman, Brasil, dan Pasifik serta satu kemenangan yang ia berhasil raih di Valencia di akhir musim. Dengan hasil ini, Stoner kemudian berhasil duduk di P8 klasemen dengan nilai 125 poin. Musim 2004, Stoner berpisah dengan LCR Racing dan bergabung dengan tim Red Bull KTM. Di musim ini ia hanya mampu satu kali memenangi balapan yaitu di Malaysia. Namun ia masih bisa terhibur dengan dua kali finish kedua dan tiga kali finish ketiga. Posisi klasemen Stoner di musim 2004 adalah P5 dengan 145 poin.

Tahun 2005, Stoner kembali ke kelas 250cc dan kembali bermitra bersama Team LCR Racing dan pabrikan Aprilia. Menunggangi motor dengan spesifikasi pabrikan, Stoner tampil sebagai penantang utama Daniel Pedrosa dan Honda, dan bahkan sempat pula Stoner memiliki beberapa kesempatan untuk menjadi pemimpin klasemen. Stoner sendiri berhasil menang di Portugal, China, Malaysia, dan Qatar. Apesnya, saat balapan di depan publik rumahnya sendiri yaitu GP Australia, Stoner mengalami kecelakaan, dan terpaksa harus melupakan mimpinya menjadi juara dunia 250cc tahun 2005 sekalipun sekali lagi Stoner mampu memenangi lomba di 
Turki. Stoner kemudian berhasil finish sebagai runner-up klasemen 250cc tahun 2005 dengan nilai 254 poin.


Musim gugur 2005, Stoner dikabarkan telah mengantungi kontrak resmi dengan Yamaha untuk menjadi pendamping Valentino Rossi di musim 2006. Tetapi kemudian Yamaha membatalkan jalinan kerjasama tersebut, dan sempat membuat Casey Stoner kecewa. Pada Januari 2006 Stoner kemudian mencoba kembali mengajak Lucio Checchinello agar mau menjadi pendukungnya untuk turun balapan di kelas MotoGP 2006. Checchinello kemudian setuju, dan ia langsung mengontak HRC dan mengajukan proporsal penyewaan satu unit motor Honda RC211V untuk musim 2006. Honda lantas setuju, dan jadilah kerjasama Stoner dan Checchinello berlanjut di musim 2006 di kelas MotoGP.

Debut Stoner di kelas MotoGP dimulai di seri Spanyol di Jerez, dimana ia finish di P6. Pada balapan berikutnya di Qatar, Stoner langsung mengebrak dengan meraih pole position, namun saat lomba ia hanya mampu finish P5. Stoner lantas melanjutkan penampilannya yang cemerlang dengan nyaris saja menang di Turki sebelum melakukan kesalahan fatal di lap terakhir yang menyebabkan ia gagal memenangi lomba dan harus puas di P2 dibelakang Marco Melandri. Di pertengahan musim, Stoner kemudian tampil labil dan banyak melakukan kesalahan yang berujung pada kecelakaan. Meskipun begitu, ia tampil cukup baik di musim 2006 dengan finish di P8 klasemen dengan 119 poin.

Kesalahan fatal yang dilakukan Honda di akhir 2006 dengan tidak mengikat kontrak jangka panjang dengan Stoner berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh Ducati, yang akhirnya berhasil mengontrak Stoner untuk musim 2007., Di musim 2007 sendiri Stoner bergabung bersama Loris Capirossi di tim asal Italia tersebut. Stoner menggantikan posisi Sete Gibernau yang dipecat karena dinilai penampilannya kurang meyakinkan dan cenderung menurun.

Casey Stoner


Rumor kembalinya Stoner ke Honda sudah bergaung sejak awal musim 2010, tetapi baik Stoner maupun Repsol Honda membantah gosip tersebut. Honda bahkan sempat bilang kalau mereka lebih puas dengan penampilan tim yang ada saat itu yaitu duet Daniel Pedrosa dan Andrea Dovizioso. Pada bulan Juni 2010, kabar kepindahan Stoner ke Honda akhirnya menjadi kenyataan usai Honda menyetujui kontrak multi tahunan bersama pembalap Australia tersebut. Posisi Stoner di Ducati akan digantikan oleh pembalap legendaris Valentino Rossi, sementara di Honda sendiri Stoner akan ditemani Pedrosa dan Dovizioso.

Saat ini Casey Stoner tinggal di Monte Carlo, Monako, dimana keluarganya masih sering pulang pergi Australia-Inggris-Monako. Stoner sendiri sempat menyebutkan bahwa hanya dalam satu kali setahun ia bisa pulang ke tanah kelahiran di Australia, yaitu saat berlangsungnya balapan MotoGP Australia. Casey Stoner pertama kali bertemu dengan Adriana Tuchyna yang berasal dari Adelaide pada balapan MotoGP Australia 2003. Saat itu Stoner memberikan tanda tangannya di perut Adriana, setelah perempuan Australia ini "sedikit" memaksa Stoner agar mau menandatangani perutnya. Hubungan antara Stoner dan Adriana dimulai di tahun 2005 saat Adriana berusia 16 tahun. Kemudian pada tahun 2007, pasangan ini sepakat untuk menikah.

Casey Stoner mengungkapkan bahwa di masa yang akan datang, usai dirinya pensiun sebagai pembalap MotoGP, dirinya berkeinginan untuk turun di ajang balapan mobil. Salah satu ajang balapan mobil yang ia ingin coba adalah Australian V8 Supercar Series, yang merupakan kejuaraan balapan turing Australia. Stoner sendiri rupanya sering menguji coba mobil-mobil berteknologi tinggi, diantaranya adalah ketika ia mengetes mobil Alfa Romeo 8C Competizione di tahun 2008, usai ia menjadi juara dunia MotoGP. Alfa Romeo sendiri saat itu tercatat sebagai salah satu sponsor dari tim Ducati. Stoner sendiri termasuk salah satu yang beruntung karena ia bisa mendapatkan mobil 




tersebut secara cuma-cuma sebagai hadiah atas prestasinya menjadi juara dunia 2007.

Dani Pedrosa

Biografi Dani Pedrosa - Pembalap MotoGP


tokohku45.blogspot.com




Suka biografi ini? Shear Yuk! 
 Share on Facebook    Tweet about this on Twitter     Share on LinkedIn      Pin on Pinterest      Share on Google+
Selamat dating diblog “BiogafiTokoh Dunia”. Ya disini terdapat berbagai macam biografi tokoh-tokoh terkenal di penjuru dunia dengan keahlianya masing-masing dan mungkin ada idola anda atau tokoh yang menginspirasi hidup anda di disini. Selamat berkunjung dan berikut biografinya…

Dani Pedrosa, Pembalap, MotoGP, BiografiDaniel "Dani" Pedrosa Ramal atau Dani Pedrosa lahir pada tanggal 29 September 1985 di Sabadell, Spanyol. Pria yang berpostur tubuh 158 cm dan berat 51 kilogram ini adalah pembalap utama pabrikan Honda yang bergabung bersama tim Repsol Honda HRC. Walau bertubuh relatif kecil untuk ukuran orang Eropa, Pedrosa mempunyai prestasi yang luar biasa di ajang balap motor dunia. Karirnya di dunia balap motor dimulai ketika ia baru berusia 12 tahun dengan menjadi juara 3 pada Spanish Pocket Bike Championship. Setahun kemudian, dengan semakin matangnya keterampilan membalapnya, ia berhasil menjuarai Spanish Pocket Bike Championships.

Setelah menjadi juara Spanish Pocket Bike, tahun 1999 Pedrosa mulai menapaki kejuaraan balap yang lebih tinggi lagi, yaitu Movistar Activa Joven Honda Cup. Pada tahun itu ia menempati posisi ke-8 dengan menggunakan motor Honda RS 125. Tahun berikutnya (2000), ia pindah lagi ke kejuaraan Spanish Championship 125cc dan berhasil meraih posisi ke-4 dengan menggunakan motor Honda RS 125.

Setelah menjadi juara kelas 125cc di seantero Spanyol, pada tahun 2001 Pedrosa mulai menapaki kejuaraan balap motor dunia, yaitu MotoGp. Masih dengan menggunakan motor Honda RS 125, pada tahun itu dia hanya berhasil menduduki peringkat ke-8 pada klasemen akhir kejuaraan. Setahun berikutnya, masih di kelas 125cc bersama tim Telefonica Movistar Honda JR, Pedrosa dapat memperbaiki peringkatnya menjadi urutan ke-3 pada akhir musim perlombaan tahun 2002. Baru pada musim balap tahun 2003, masih bersama tim yang sama, Pedrosa berhasil menyodok ke peringkat pertama dengan meraih total poin 223.


Sukses menjadi juara dunia di kelas 125cc, merupakan modal bagi Pedrosa untuk menjejakkan langkahnya ke kelas yang lebih tinggi, yaitu kelas 250cc. Pada tahun 
pertama debutnya di kelas 250 cc, bersama tim Telefonica Movistar Honda 250, ia langsung menjadi juara dunia Grand Prix 250cc. Satu tahun kemudian (2005), ia kembali mendominasi balapan dan mempertahankan gelar juara dunia GP 250cc.

Pada musim balap tahun 2006, Pedrosa mulai tampil di kelas utama (MotoGp). Masih menggunakan motor Honda, ia bergabung bersama tim Repsol Honda HRC. Tim ini adalah tim besar yang telah membawa Michael Doohan merebut gelar juara dunia 5 kali berturut-turut (1994, 1995, 1996, 1997, 1998), Alex Criville menjadi juara dunia tahun 1999, dan Valentino Rossi menjadi juara dunia tahun 2002 dan 2003.

Tahun pertama tampil di kelas MotoGp ini prestasi Pedrosa belumlah seberapa. Selain harus beradaptasi dengan kendaraan barunya, ia juga mendapat saingan ketat dari para pembalap senior yang lebih dulu malang melintang di balapan MotoGp. Meskipun demikian, ia sempat menjadi juara ke-3 pada musim balap tahun itu (2006). Sebagai catatan, di tahun 2006 ini yang menjadi juara dunianya adalah rekan satu tim Pedrosa, yaitu Nicky Hayden.

Dani Pedrosa, Pembalap, MotoGP, Biografi
Pada musim balap tahun 2007, seiring dengan adanya perubahan regulasi dari 1000cc menjadi 800cc, Pedrosa yang berpostur kecil ini ditunjuk sebagai pembalap utama pabrikan Honda. Hal ini sempat membuat beberapa pembalap Honda, terutama juara bertahan waktu itu Nicky Hayden, menganggap bahwa Honda sengaja menciptakan tunggangan yang khusus untuk Pedrosa. Namun, lepas dari anggapan miring tersebut, Pedrosa mampu menunjukkan prestasinya dengan menjadi runner up pada musim balap tahun 2007, di bawah Casey Stoner.

Selasa, 27 Januari 2015

Jorge Lorenzo

Biografi Jorge Lorenzo



Suka biografi ini? Shear Yuk! 
 Share on Facebook    Tweet about this on Twitter     Share on LinkedIn      Pin on Pinterest      Share on Google+
Selamat dating diblog “BiogafiTokoh Dunia”. Ya disini terdapat berbagai macam biografi tokoh-tokoh terkenal di penjuru dunia dengan keahlianya masing-masing dan mungkin ada idola anda atau tokoh yang menginspirasi hidup anda di disini. Selamat berkunjung dan berikut biografinya…


Jorge Lorenzo dilahirkan di pulau Balearic Mallorca, Spanyol pada 4 Mei 1987. Ia mulai mengendarai sepeda motor dirumah pada umurnya yang baru 3 tahun dan beberapa bulan kemudian dengan motornya ia ikut balap pertama, balap minicross. Di tahun 1995 pada umurnya yang kedelapan tahun, ia menjuarai Balearic dan kemudian tahun-tahun setelahnya ia juga menjuarai kelas tersebut, seperti kelas trial, minimoto, dan motocross junior dan ia selalu menyandang gelar juara.


Lorenzo lulus ke road race disana dan di kejuaraan nasional di 1997 dan tidak membuatnya bertahan lama untuk melangkah maju, menjuarai kejuaraan Aprilia 50cc di 1998. Karena ia terlalu muda, ada dispensasi khusus buatnya di tahun 2000 yang mengijinkannya untuk berkompetisi di seri Spanish kelas 125cc pada umurnya yang masih 13 tahun dan ia membuat sejarah pada tahun berikutnya ketika berkompetisi di Eropa dan menjadi pembalap termuda yang pernah ada pada kelas Eropa pada kejuaraan 125cc.

Pemuda yang berbakat ini, sekali lagi menunjukkan bahwa umur bukan merupakan batas untuk naik ke level range di kejuaraan balap motor, dan membuat loncatan pertama dikejuaraan dunia dengan motor Derbi di Spanish Gran Prix Jerez pada tahun 2002, pada musim ketiga. Ia tidak mencapai umur yang dibolehkan pada umurnnya yang ke 15 sampai hari sabtu dan ia melewatkan sesi latihan jumat untuk bisa turun di seri itu, tapi niat bulatnya membuahkan hasilnya dan ia membuat impress para peserta lainnya karena berhasil merebut tempat di pole posisi saat itu.

Mallorcan atau Lorenzo ini datang berlomba pada usia yang tepat pada musim lomba berikutnya, menang di balap pertamanya kelas 125cc di GP Rio de Janeiro dan memenangkan 3 musim berikutnya, finish keempat di tahun 2004, sebelum ia beranjak ke motor pabrikan Honda di kelas seperempat litre. Podium ke enam diperoleh dan empat pole posisi diperoleh di tahun pertamanya musim kelas 250cc mendapat point akhir diposisi kelima dan dengan kepindahannya ke tim Aprilia, 2006 ia berharap mendapatkan reputasi yang lebih baik.

Lorenzo dimusim 2006 berharap lebih, dominasi kelas tersebut dengan delapan kemenangan dan merekamkan reputasi yang hebat dengan sepuluh kali menempati posisi 10 kali pole posisi. 2007 adalah waktu bersejarah buat Lorenzo, dan ia mendapatkan gelar juara dunia yang kedua kalinya di seri Sepang. Ia juga menjadi pembalap yang paling sukses di kelas 250cc, sebagai pembalap Spanyol tersukses sepanjang masa.

Lepas tahun 2010 adalah masa keberuntungan baginya, terlebih setelah accident yang terjadi pada rival terberatnya yakni Valentino Rossi, ia sangat mudah 
melenggang naik ke jajaran terdepan. Rossi sebagai saingan terberatnya nampaknya membuat Jorge banyak menimba ilmu saat mengguntit Rossi selama bergabung bersama dengan Fiat Yamaha. Semua upaya Rossi untuk mensett motor Yamaha M1 menjadi terbaik telah berhasil penuh. "Bukan motor cepat yang saya inginkan," ujar Rossi, tapi motor yang lincah stabil dan dapat di gunakan dalam kondisi extreme sekalipun, motor balap M1 dapat menjadi motor favoritku selama turun di GP. Lorenzo pun berpendapat sama, perlu jam terbang tinggi untuk dapat nyetting motor balap dengan tehnologi tinggi ini, dengan bergabung di tim papan atas terlebih ada sang juara Dunia, maka saya yakin suatu saat motor yang saya gunakan akan sama dengan motor teratas di kancah MotoGP. Rossi favorite saya dan guru.....ujar Jorge".

Di tahun 2008 Lorenzo naik step keatas dengan bergabung di balap MotoGP dengan Yamaha, dimana dia berpartner dengan Valentino Rossi di Fiat Yamaha Tim. Kombinasi karakter yang penuh warna, Lorenzo adalah orang yang sangat ceria dan flamboyant yang membuatnya sebagai figure yang popular di depan para fansnya. Para fans menyebutnya ‘X Fuera’..sebagai petarung yang flamboyant.

Di musim 2009 Lorenzo semakin kuat dan matang, ia terus menempel ketat Rossi sepanjang musim, dan keluar menjadi juara ke dua di akhir musim. Di akhir musim 2009 pula ia memperpanjang kontarknya dengan Fiat Yamaha, dan merasa optimis untuk musim 2010 ini dengan Yamaha YZR M1.



Data Diri :

Nama : Jorge

Nama Asli : Lorenzo Guerrero

Tempat lahir: Palma de Mallorca, Pulau Balearic, Spanyol

Tanggal lahir : 04/05/1987

Tinggi : 172cm

Berat : 63 kg.



Kesenangan :

Motor pertama : Puch 50cc

Buku : The Peacefull warriors way, Michael Jordans biography and The Game

Film : The Noa’s diary and The Beach

Music : Red Hot Chilli Peppers, Sum 41 and Blink 182

Car : Fiat 500

Sepatu : Paella

Binatang : Singa.

Senin, 26 Januari 2015

Valentino Rossi

Biografi Valentino Rossi - The Doctor


tokohku45.blogspot.com



Suka biografi ini? Shear Yuk! 
 Share on Facebook    Tweet about this on Twitter     Share on LinkedIn      Pin on Pinterest      Share on Google+
Selamat dating diblog “BiogafiTokoh Dunia”. Ya disini terdapat berbagai macam biografi tokoh-tokoh terkenal di penjuru dunia dengan keahlianya masing-masing dan mungkin ada idola anda atau tokoh yang menginspirasi hidup anda di disini. Selamat berkunjung dan berikut biografinya…

Valentino Rossi pembalap kelahiran Urbino, Italia 16 Februari 1979 adalah seorang pembalap di arena balap grandprix motor dunia setelah era Michael Doohan dengan titel juara dunia di empat kelas berbeda yang diraihnya selama tujuh tahun berkarir. Putra dari mantan pembalap GP 250cc Graziano Rossi dan Stefania Palma ini telah mempunyai banyak rekor dan prestasi yang melampaui para seniornya. Total pembalap eksentrik ini membukukan 7 gelar juara dunia : sekali di kelas 125cc, sekali di kelas 250cc, lima kali di kelas puncak, 500cc, dan Moto GP.


Dalam karirnya sepanjang GP Rossi selalu memakai nomor 46, ia memakai nomor itu setelah menonton aksi seorang pembalap wildcard Jepang bernomor 46 di TV yang membuatnya terkesan. Apalagi nomor itu juga dipakai oleh Graziano Rossi, ayahnya, ketika memenangi lomba pertama dengan Morbidelli tahun 1979. Saat ini ia tetap memakai nomor 46 kebanggaanya itu dan tidak mengikuti juara dunia-juara dunia sebelumnya yang memilih berganti nomor 1 setelah mendapatkan titel juara dunia.

Saat pertama bergabung di Gp 500cc bersama tim eks Doohan yang dikepalai oleh seorang mekanik handal Australia bernama Jerremy Burgess, suasana paddock sangat terpengaruh perangai Doohan yang temperamental. Semua mekanik dan staff tim tampak serius dan cenderung penuh tekanan. Suasana ini membuat Rossi bertekad untuk merayakan besar-besaran ketika menang. Sejak saat itulah, pesta kemenangan menjadi ciri khasnya. Tak hanya bersama teman, juga ribuan pendukungnya yang memadati sirkuit. Ia juga melakukan Aksi “wheelie” dan “burnout” jika memperoleh kemenangan dan kerap memberikan “kneepad” atau topi kepada fansnya dengan melemparnya saat berada di podium.

Dalam karir balapnya, Rossi selalu berganti julukan dan melakukan hal-hal yang menarik perhatian serta menghibur. Ia beralasan bahwa semua itu dilakukannya dengan niat bersenang-senang dan melakukan sesuatu yang lucu. “Rossifumi”, julukan Rossi yang diberikan oleh temannya saat Rossi membalap di kelas 125cc. Julukan ini tercipta karena Rossi kagum dengan pembalap Jepang yang khas dengan rambut panjangnya, Norick Abe. Tahun 2004, Rossi dan Abe sama-sama membela Yamaha. Rossi berada di tim Gauloises Fortuna Yamaha Team sedangkan Abe di Fortuna Gauloises Tech 3 Yamaha Team.

“Valentinik”, julukan ini berasal dari tokoh kartun “Daffy Duck” yang menjadi “superhero” di Italia bernama Paperinik. Julukan ini dipakainya pada saat membalap di kelas 250cc. Julukan lainnya adalah “The Doctor” setelah ia naik di kelas 500cc pada musim 2000. Pada akhir musim 2003 menjelang musim 2004, Valentino Rossi membuat keputusan untuk hijrah dari tim pabrikan Honda, Repsol Honda HRC. Ia memilih bergabung bersama tim Yamaha yang terakhir meraih juara dunia pada tahun 1992 melalui pembalap Wayne Rainey. Rossi tidak pindah ke tim Yamaha sendirian, ia juga membawa Jerremy Burgess, kepala mekaniknya yang dahulu juga menangani Doohan dan Criville. Mereka melakukan serangkaian tes membenahi teknologi motor Yamaha YZR M1 milik Rossi agar mampu menandingi motor terkuat di Moto GP saat itu, RC211V milik Honda.

Mengenai kepindahannya, banyak yang tak mengira dan pesimis bahwa Rossi akan mampu mempertahankan gelar juaranya. Tapi ia mementahkan semua pandangan pesimis tersebut. Bahkan pada seri pertama musim 2004 di GP Welkom, Afrika Selatan, ia mengalahkan Max Biaggi yang mengendari motor Honda, meskipun dengan perlawanan yang sangat ketat dengan mengendarai motor yamaha yang terakhir berada di podium tahun 1992. Pada tahun 2004 dan 2005 Rossi mejadi juara dunia bersama Yamaha dan menjadi pembalap Yamaha pertama yang paling banyak menjadi juara dalam satu musim (9 kali juara pada musim 2005).

Pada tahun 2011, Valentino Rossi kemudian pindah ke Ducati, ada banyak alasan mengapa Rossi berpindah haluan ke Ducati, Salah satu yang sempat mencuat adalah alasan Rossi pindah ke Ducati adalah hanya karena uang. Nilai kontrak yang jauh lebih tinggi bersama Ducati dikabarkan menjadi daya tarik utama buat “The Doctor”. Namun belakangan alasan itu dibantah sendiri oleh Valentino Rossi. The Doctor membantah dan menegaskan jika uang yang dia terima di Ducati tak jauh berbeda jumlahnya dengan yang ditawarkan pihak Yamaha. Selama dua tahun bersama Ducati, praktis Rossi tak pernah merasakan sekali pun kemenangan. Prestasi paling top adalah peringkat dua di GP Prancis 
dan GP Marino pada 2012, dan peringkat tiga di GP Prancis pada 2011.kemudian Pada tahun 2013, Valentino Rossi kembali ke Yamaha, Alasan ia kembali adalah Rossi sangat ketagihan dengan kemenangan, yang menurutnya rasanya seperti candu. Karena ketagihan dengan candu kemenangan itu pula, ia memutuskan kembali ke Yamaha. 

Rossi untuk sementara memegang rekor sepanjang masa untuk jumlah kemenangan di kelas premier. Sejak melakukan debutnya pada tahun 2000, pebalap berusia 33 tahun ini sudah meraih 79 kemenangan dan merengkuh tujuh gelar juara dunia. Total bersama Yamaha ia sudah meraih 46 kemenangan, termasuk empat kali juara dunia 4 (2004-2005, 2008-2009). Kemenangan terakhirnya di kelas paling bergengsi ini terjadi pada tahun 2010 di Sepang, Malaysia.

BIODATA

Nama : Valentino Rossi

Lahir : Urbino, 16 Februari 1979

Kebangsaan : Italia

Tinggi/Berat : 180cm/69kg

Karir :

1. Go-kart pertama (1985)

2. Debut balap karting 60cc (1989)

3. Juara kejuaraan karting regional 60cc, sembilan kali menang (1990)

4. Peringkat 5 di Kejuaraan Junior go-kart Italia (1991)

5. Juara Italian Minibike Endurance (1992)

6. Peringkat 12 Italian 125cc Sport Production championship dengan motor Cagiva (1993)

7. Juara Italian 125cc Sport Production dengan motor Cagiva (1994)

8. Juara nasional Italia 125cc, peringkat 3 125cc Kejuaraan Eropa, peringkat 11 di Kejuaraan, Spanish

9. Open 125cc semuanya dengan motor Aprilia (1995)

10. Debut kejuaraan dunia di GP Malaysia 125cc menggunakan Aprilia tim Scuderia AGV (1996) kejuaraan dengan 321 poin, 11 Kemenangan di Malaysia, Spanyol, Italia, Perancis, Belanda, Imola,
Jerman, Brazil, Inggris, Catalunya, dan Indonesia (1997)

11. Juara dunia 125cc termuda ke-2 mengendarai Aprilia di tim Nastro Azzuro Team, Posisi pertama di

Pindah kelas ke 250cc mengendarai Aprilia tim Nastro Azzuro, Posisi kedua di kejuaraan dengan 201 poin, 5 kemenangan di Belanda, Imola, Catalunya, Australia, dan Argentina (1998)

12. Menjadi juara dunia 250cc termuda dengan mengendarai Aprilia untuk tim Aprilia Grand Prix Racing,
Posisi pertama di kejuaraan dengan 309 poin, 9 kemenangan di Spanyol, Italia, Catalunya, Inggris, Jerman, Ceko, Australia, Afrika Selatan, dan Brazil (1999)

13. Naik kelas lagi ke 500cc mengendarai Honda untuk tim Nastro Azzuro Team, Posisi kedua di kejuaraan dengan 209 poin, 2 kali menang di Inggris dan Brazil (2000)

14. Merebut gelar juara dunia 500cc dengan mengendarai Honda untuk tim Nastro Azzuro Team, Posisi pertama di kejuaraan dengan 325 poin, 11 kemenangan di Jepang, Afrika Selatan, Spanyol, Catalunya, Inggris, Ceko, Putugal, Pasifik, Australia, Malaysia, dan Brazil (2001)

15. Memenangi Moto GP World Championship yang direvisi dengan mengendarai Honda RC211V untuk tim Repsol Honda Team, Posisi pertama di kejuaraan dengan 355 poin, koleksi 11 kemenangan di Jepang, Spanyol, Perancis, Catalunya, Italia, Belanda, Inggris, Jerman, Portugal, Brazil, dan Australia (2002)

16. Memenangi gelar juaranya yang kedua di Moto GP World Championship bersama Repsol Honda Team, Posisi pertama di kejuaraan dengan 357 poin, koleksi 9 kemenangan di Jepang, Spanyol, Italia, Ceko, Portugal, Rio, Malaysia, Australia, dan Valencia (2003)

17. Pindah ke Gauloises Fortuna Yamaha mengendarai YZR-M1 dan kembali memenangi Moto GP World Championship, Posisi pertama di kejuaraan dengan 304 poin, 9 kemenangan di Afrika Selatan, Italia, Catalunya, Belanda, Inggris, Portugal, Malaysia, Australia, dan Valencia (2004)

18. Memenangi gelar juara dunia yang kedua untuk Gauloises Fortuna Yamaha Team, Posisi pertama di kejuaraan hingga di Malaysia dengan 281 poin, 9 kemenangan di Spanyol, Cina, Perancis, Italia, Catalunya, Belanda, Inggris, Jerman, dan Ceko (2005)

Penghargaan :

1. Gelar Juara Dunia 125cc (1997)

2. Gelar Juara Dunia 250cc (1999)

3. Gelar Juara Dunia 500cc (2001)

4. Gelar Juara Dunia Moto GP (2002)

5. Gelar Juara Dunia Moto GP (2003)

6. Gelar Juara Dunia Moto GP (2004)

7. Gelar Juara Dunia Moto GP (2005)




Marc Marquez

Biografi Marc Marquez - Pembalap Muda MotoGP Paling Bertalenta



Suka biografi ini? Shear Yuk! 
 Share on Facebook    Tweet about this on Twitter     Share on LinkedIn      Pin on Pinterest      Share on Google+

Selamat dating diblog “BiogafiTokoh Dunia”. Ya disini terdapat berbagai macam biografi tokoh-tokoh terkenal di penjuru dunia dengan keahlianya masing-masing dan mungkin ada idola anda atau tokoh yang menginspirasi hidup anda di disini. Selamat berkunjung dan berikut biografinya…

Biografi Marc Marquez, Pembalap Muda MotoGP Paling Bertalenta
Sosok Marc Marquez di musim MotoGP tahun 2013 ini banyak mengundang decak kagum seluruh dunia, Marc Marquezmerupakan sosok Pembalap Muda MotoGPPaling Bertalenta dan merupakan idola baru di dunia MotoGP, dimana disetiap seri MotoGP ia selalumendominasi dan disebut-sebut sebagai salah satu pembalap terhebat dimasa mendatang. Dilahirkan dengan nama lengkap Marc Marquez Alenta pada tanggal 17 Februari 1993, di Cervera, Lleida , Spanyol. Ayahnya bernama Julia Marquez dan ibunya bernama Rosser Alenta. Ia memiliki adik bernama Alex Marquez yang juga berprofesi sebagai pembalap motor. Namun tak banyak orang tahu bahwa Marquez mengawali karir balapnya di dunia motocross. Pada usia 4 tahun, Marquez meminta hadiah Natal kepada orang tuanya berupa sebuah sepeda motor mini yang memiliki roda di kedua sisinya untuk menjaga keseimbangan, dan sejak saat itulah ia mulai mengendarai sebuah motor.

Pada usia 5 tahun, jelas terlihat bahwa Marquez memiliki bakat alami dalam kecepatan. Ayahnya selalu melatihnya di lapangan terbuka dekat rumah mereka dan mulai mengikutsertakan Marquez dalam sebuah kompetisi balap motocross dan enduro. Marquez mendapati kejuaraan balap motocross lebih menyenangkan, di mana semua crosser akan melakoni balapan dengan fisik yang lebih tertantang. Ia juga menyukai kompetisi ini karena ia tidak perlu terlalu memikirkan catatan lap. Hanya dalam kurun 3 tahun, terbukti bahwa pilihan Marquez tidak salah. Ia berhasil menjadi juara dari kompetisi Catalan 50cc Motocross di tahun 2001, setelah sebelumnya hanya mampu menduduki posisi kedua di tahun sebelumnya. Prestasinya yang mengagumkan ini membuat Marquez ingin mencoba peruntungannya pada ajang balap road racing, yakni di kompetisi Conti Cup pada tahun berikutnya

Biografi Marc Marquez, Pembalap Muda MotoGP Paling Bertalenta
Marc Marquez bersama Motornya Honda Repsol 
Marc Marquez membuat debutnya di kejuaraan kelas 125cc atau Moto3 pada tanggal 13 April 2008 , di GP Portugal 2008 pada usia 15 tahun 56 hari. Dia tercatat sebagai pembalap termuda spanyol yang berhasil merebut posisi pole dan podium di ajang kejuaraan MotoGP Márquez di GP Belanda 2010. Márquez kemudian memperoleh podium pertamanya tanggal 22 Juni 2008 di GP Inggris 2008 pada usia 15 tahun 127 hari. Pada 2009, dia adalah pembalap pabrikan KTM dan di GP Perancis 2009, dia memperoleh posisi pole pertamanya pada usia 16 tahun 89 hari. dia juga meraih pole di GP Spanyol 2010 tetapi dia terkena musibah pada lap pertama ketika pipa knalpotnya jatuh dan berada dibawah ban belakang, yang menyebabkan Márquez mengalami kecelakaan berat dan mencederai bahunya. Kemenangan pertamanya diraih pada tanggal 6 Juni 2010 di GP Italia 2010. Kemenangan selanjutnya terjadi di GP Inggris 2010 , GP Belanda 2010 dan GP Catalan 2010 yang menjadikan Márquez sebagai pembalap termuda yang memenangkan empat balapan berturut-turut. Kemenangan kelimanya diraih di GP Jerman 2010 dan menjadi kemenangan Derbi yang ke-100 di kejuaraan MotoGP. Márquez 
menjadi pembalap pertama sejak Valentino Rossi di 1997 yang memenangkan 5 balapan berturut-turut di balapan 125cc.
“Bersaing di MotoGP adalah impian saya, ada banyak pembalap terbaik di sana seperti Dani Pedrosa, Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi. Saya harap Rossimasih tetap bertahan di sana saat saya bergabung di kelas itu karena dia adalah salah satu rider terbaik dalam sejarah MotoGP dan saya akan senang sekali jika bisa membalap dengan dia,” tutur Marquez dikutip motogp.com.
Marc Marquez kemudian pindah ke kelas Moto2 pada tahun 2011 sebagai pembalap tunggal dari tim baru Monlau Competición, yang dikelola oleh manager pribadinya sendiri Emilio Alzamora, Setelah itu Marquez sempat menjadi kandidat juara dunia Moto2 musim 2011. Sayang, ambisinya untuk merengkuh gelar dalam debutnya di kelas tersebut harus pupus. Ini karena absen pada seri terakhir di Valencia, menyusul gangguan pada matanya akibat kecelakaan saat latihan pada seri sebelumnya, di Sepang, Malaysia. kemudian setelah itu, Pada musim 2012, Marquez dipastikan bertahan di kelas Moto2. Marquez berhasil meraih gelar juara dunianya pada musim 2012 diajang Moto2 setelah berhasil mendominasi dimusim itu, kemudian Marc Marquez sepakat dan menanda tangani kontrak dengan Repsol Honda Team untuk jangka waktu dua tahun kedepan bersama tim pabrikan Honda menggantikan juara dunia MotoGP dua kali Casey Stoner yang telah pensiun tahun ini sekaligus menjadi rekan setim dengan Dani Pedrosa.

Biografi Marc Marquez, Pembalap Muda MotoGP Paling Bertalenta

Dimusim 2013 ini, sampai saat ini Marquez masih memimpin puncak klasemen sementara beberapa angka dari Jorge Lorenzo yang ada di peringkat kedua. Namun Kemenangan di Motegi membuatLorenzo menghidupkan peluangnya untuk mempertahankan gelar juara dunia. Hal inilah yang dikhawatirkan Marquez. Ia tidak ingin gagal untuk kali ketiga untuk memastikan diri menjadi juara dunia. Marquez hampir pasti menjadi pembalap termuda yang menjadi juara dunia MotoGP jika finis keempat atau lebih baik dari itu dalam seri balapan Valencia. Jika Marquez dimahkotai juara di negeri kelahirannya bulan depan, maka dia akan mencetak sejarah menjadi pembalap pendatang baru pertama yang menjadi juara dunia dalam 35 tahun terakhir.