UA-58952548-1

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label pemain basket. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pemain basket. Tampilkan semua postingan

Kamis, 29 Januari 2015

Kareem Abdul Jabbar

Biografi Kareem Abdul Jabbar

tokohku45.blogspot.com

Suka biografi ini? Shear Yuk! 
 Share on Facebook    Tweet about this on Twitter     Share on LinkedIn      Pin on Pinterest      Share on Google+
Selamat dating diblog “BiogafiTokoh Dunia”. Ya disini terdapat berbagai macam biografi tokoh-tokoh terkenal di penjuru dunia dengan keahlianya masing-masing dan mungkin ada idola anda atau tokoh yang menginspirasi hidup anda di disini. Selamat berkunjung dan berikut biografinya…

Sosok Kareem Abdul Jabbar diakui banyak pemain basket sebagai salah satu pemain basket terbesar sepanjang masa. Shooting, Slam dunk, rebound, block , maupun aksi lainnya, sangat memukau. Tak jarang, lawannya dibuat kesulitan untuk membendung agresivitas pemain bertinggi badan 2,18 meter ini.
Dengan dukungan postur tubuhnya yang sangat tinggi, Kareem Abdul Jabbar sering kali melakukan aksi yang brilian. Lompatannya sering mengundang kagum para penonton maupun tim lawan. Atas aksi dan kesuksesannya membawa klubnya meraih tangga juara, Kareem Abdul Jabbar pernah dinobatkan sebagai pemain terbaik di kompetisi liga bola basket Amerika Serikat (NBA  Most Valuable Player ). Predikat itu diraihnya sebanyak enam kali.
Selama bermain di ajang NBA, ia berhasil membukukan rekor sebagai pencetak angka tertinggi sepanjang masa dengan 38.387 poin. Karenanya, ia mendapat julukan ‘Raja Bola Basket’. Dan berkat prestasinya ini, 19 kali ia terpilih untuk memperkuat tim NBA All-Star.
Karier pria kelahiran New York City, 16 April 1947, di ajang bola basket Amerika dimulai ketika bermain untuk tim bola basket kampus, Universitas California, Los Angeles (UCLA). Aksi-aksinya di tim UCLA, mendapat perhatian serius para pelatih basket Amerika Serikat saat itu.
Dan tahun 1969, ia mendapat tawaran bermain di level kompetisi basket tertinggi di Amerika Serikat (NBA) dengan bergabung bersama klub Milwaukee Bucks. Di klub barunya ini, ia turut memberi andil besar dengan merebut juara NBA tahun 1970-1971.
Pada 1975, ia bergabung dengan tim basket asal Kota Los Angeles, LA Lakers. Di klub inilah karier Kareem makin melesat. Ia berhasil membawa La Lakers merebut sejumlah gelar juara untuk klubnya. Di samping itu, ia juga berhasil merebut gelar pribadi, yakni sebagai pemain terbaik NBA. Di klub ini, ia bermain sejak 1975-1989.
Atas aksi-aksinya yang hebat itu, Kareem menjadi salah satu pemain andalan NBA All-Star dan Amerika Serikat dalam ajang Olimpiade. Ia juga menjadi pemain kebanggaan negeri Paman Sam tersebut. Tak hanya itu, ia juga merupakan pemain kebanggaan umat Islam di seluruh dunia.
                                                  
Ya, pemain bernama lengkap Ferdinand Lewis Alcindor Junior (Jr) ini, adalah salah seorang atlet NBA pemeluk Islam. Ia mendeklarasikan diri sebagai seorang Muslim pada saat kariernya tengah menanjak.
Saat itu, seusai mempersembahkan gelar juara NBA untuk Milwaukee Bucks tahun 1971, dan pada saat yang sama merebut gelar pemain terbaik ( Most Valuable Player , MPV) dan ‘Rookie of the Year’ (Pendatang baru terbaik) di Liga NBA, Kareem menyatakan diri memeluk Islam. Perpindahan kepercayaan dari Katolik menjadi Muslim ini, dirasakannya sebagai sebuah lompatan tertinggi selama hidupnya.
Ayahnya, Ferdinand Lewis Alcindor Sr, dan ibunya, Cora Lilian, adalah seorang pemeluk Katolik. Karenanya, sejak kecil ia mendapatkan pendidikan di sekolah Katolik. Oleh kedua orang tuanya, ia dimasukkan ke Saint Jude School. Ketika duduk di bangku SMA, ia berhasil membawa tim basket sekolahnya menjuarai New York City Catholic Championship.
Perkenalan Kareem dengan ajaran Islam terjadi lewat salah seorang temannya yang bernama Hamaas Abdul Khaalis. Ia mengenal Hamaas melalui ayahnya. Seperti halnya sang ayah yang seorang musisi jazz, Hamaas juga pernah mengeluti musik jazz. Dia adalah mantan drumer jazz. Dari Hamaas inilah, kemudian Kareem belajar banyak mengenai Islam. Ia juga sempat berkenalan dengan Muhammad Ali (Cassius Clay) yang sudah menjadi Muslim.
Setelah banyak belajar Islam dari Hamaas, tekadnya untuk memeluk Islam pun semakin bulat. Atas ajakan Hamaas, ia kemudian mendatangi sebuah pusat kebudayaan Afrika di Harlem, di mana kaum Muslimin menempati lantai lima gedung itu. ”Saya pergi ke sana dengan mengenakan jubah Afrika yang berwarna-warni,” terangnya.
Kepada seorang pemuda yang ditemuinya di pusat kebudayaan Afrika ini, ia mengutarakan niatnya untuk menjadi seorang Muslim. Di hadapan mereka, ia mengucapkan dua kalimat syahadat. Ketika pertama kali mengucapkan kalimat syahadat, mereka memanggilnya dengan Abdul Kareem.
Namun, Hamaas berkata, ”Anda lebih tepat sebagai Abdul-Jabbar.” Sejak saat itu, bertepatan dengan tanggal 1 Mei 1971 atau sehari setelah Milwaukee Bucks memenangi kejuaraan NBA, ia memutuskan untuk mengganti namanya dari Ferdinand Lewis Alcindor Jr menjadi Kareem Abdul-Jabbar. Keputusan untuk mengganti nama tersebut, menurut Kareem, juga didorong keinginan untuk menguatkan identitasnya sebagai orang Afro-Amerika dan sebagai seorang Muslim.
”Saya tidak akan menggunakan nama Alcindor. Secara literal itu adalah nama budak. Ada seorang laki-laki bernama Alcindor yang membawa keluarga saya dari Afrika Barat ke kepulauan Dominika. Dari sana mereka pergi ke kepulauan Trinidad, sebagai budak, dan mereka mempertahankan namanya. Mereka adalah budak-budak Alcindor. Jadi, Alcindor adalah nama penyalur budak. Ayah saya melacak hal ini di tempat penyimpanan arsip,” terangnya.
Sebagai anak satu-satunya, keputusan Kareem untuk memeluk Islam sempat membuat khawatir kedua orang tuanya. Namun, kekhawatiran tersebut berhasil ia tepis. ”Mereka tahu saya bersungguh-sungguh. Saya pindah agama bukan untuk ketenaran. Saya sudah menjadi diri saya sendiri, dan melakukan itu dengan cara saya sendiri, apa pun konsekuensinya.”
Baginya, Islam adalah anugerah dan hidayah Allah yang tertinggi dalam menunjukkan jalan kebenaran bagi umat manusia.
Di sela-sela kesibukannya bermain basket, Kareem masih sempat meluangkan waktu untuk mendalami Islam. ”Saya beralih ke sumber segala ilmu. Saya mempelajari bahasa Arab. Saya mulai membaca Alquran dalam bahasa Arab. Saya dapat menerjemahkannya dengan bantuan kamus. Untuk menerjemahkan tiga kalimat saya membutuhkan waktu 10 jam, tetapi saya memahami apa yang dimaksudkan secara gramatikal,” ujarnya.
Namun, diakui dia, cukup sulit baginya untuk bisa menunaikan kewajiban shalat lima kali setiap hari. Kesulitan untuk menjalankan shalat lima waktu ini, terutama dirasakan ketika ia sedang bermain. ”Saya terlalu capai untuk bangun melakukan shalat Subuh. Saya harus bermain basket pada waktu Maghrib dan Isya. Saya akan tertidur sepanjang siang di mana saya seharusnya melakukan shalat Zuhur. Begitulah, saya tidak pernah bisa menegakkan disiplin itu,” paparnya.
Begitu juga tatkala bulan Ramadhan tiba. Aktivitasnya yang cukup padat di lapangan, terkadang memaksanya untuk membatalkan puasa. Untuk membayar utang puasanya ini, Kareem selalu mengeluarkan fidyah.
”Karena saya tidak dapat berpuasa di bulan Ramadhan, saya selalu memberi makan sebuah keluarga. Saya memberi sedekah. Saya memberi uang kepada rekan sesama Muslim dan mengatakan kepadanya untuk apa uang itu.” Pada 1973, Kareem mengunjungi Makkah, dan menunaikan ibadah haji.
Pada 28 Juni 1989, setelah 20 tahun menjalani karier profesionalnya, Kareem memutuskan untuk berhenti dari ajang NBA. Sejak berhenti bermain, menurut Kareem, dirinya menjadi semakin baik dan dapat menjalankan semua kewajibannya sebagai seorang Muslim.
”Saya rasa saya harus beradaptasi untuk hidup di Amerika. Yang dapat saya harapkan hanyalah semoga pada Hari Akhir nanti Allah rida atas apa yang telah saya lakukan,” tukasnya.
Setelah pensiun bermain basket, berbagai tawaran datang kepadanya. Namun, bukan tawaran untuk melatih sebuah tim bola basket, melainkan tawaran untuk beradu akting di depan kamera. Dunia akting sebenarnya bukan merupakan hal yang baru bagi seorang Kareem Abdul-Jabbar. Ketika masih memperkuat LA Lakers, ia pernah bermain di film  Game of Death yang dirilis tahun 1978. Di film laga ini, ia harus beradu akting dengan Bruce Lee. Tawaran untuk bermain kedua kalinya di film layar lebar datang di tahun 1980. Saat itu ia harus memerankan tokoh kopilot Roger Murdock dalam film komedi Airplane! .
Penampilan Kareem di layar televisi dan film tidak berhenti sampai di situ. Ia tercatat pernah bermain di sejumlah serial televisi di Amerika Serikat. Di antaranya adalah serial komedi situasi  Full House, Living Single, Amin, Everybody Loves Raymond, Martin, Different Strokes, The Fresh Prince of Bel-Air, Scrubs, dan  Emergency! . Dia juga muncul di film televisi  Stepen King’s The Stand dan  Slam Dunk Ernest . Di serial  Full House , ia harus beradu akting dengan anaknya sendiri, Adam.
                                          
Pada 1994, Kareem juga menjajal peruntungannya di balik layar dengan menjadi  co-producer eksekutif dari film televisi  The Vernon Johns Story . Kemudian pada 2006, ia tampil dalam acara  The Colbert Report . Pada 2008 ia berperan sebagai seorang manajer panggung dalam  Nazi Gold .
Di luar dunia akting, ternyata ayah dari Habiba, Sultana, Kareem Jr, Amir, dan Adam ini memiliki bakat yang lain, yakni dalam bidang tulis menulis. Selain dikenal sebagai pemain basket dan bintang film, Kareem juga dikenal sebagai seorang penulis buku. Ia sudah menulis sedikitnya tujuh buku yang kesemuanya  best seller .
Buku-buku hasil karyanya, antara lain  Giant Steps yang ditulisnya bersama Peter Knobler (1987), Kareem (1990),  Selected from Giant Steps (1999),  Black Profiles in Courage: A Legacy of African-American Achievement yang ditulisnya bersama Alan Steinberg (1996),  A Season on the Reservation: My Sojourn with the White Mountain Apaches yang ditulisnya bersama Stephen Singular (2000),  Brothers in Arms: The Epic Story of the 761st Tank Battalion dan  WWII’s Forgotten Heroes yang ditulisnya bersama Anthony Walton (2005), dan  On the Shoulders of Giants: My Journey Through the Harlem Renaissance yang ditulisnya bersama Raymond Obstfeld (2007).
Kendati demikian, olahraga basket tidak bisa dipisahkan dari diri Kareem. Salah satu keinginan terbesarnya saat ini adalah bisa melatih salah satu klub NBA. Setelah memutuskan berhenti bermain, posisi tertinggi Kareem hanya sebagai asisten pelatih sejumlah klub NBA. Los Angeles Clippers dan Seattle SuperSonics menggunakan jasanya untuk melatih center muda Michael Olowokandi dan Jerome James.
Pada 2005, ia kembali ke Lakers sebagai asisten khusus pelatih kepala Phil Jackson. Tugasnya mengasah kemampuan center muda Lakers, Andrew Bynum. Ia dinilai berhasil dengan semakin meningkatnya performa Bynum. Musim lalu, Kareem berjasa mengantarkan Lakers juara NBA dengan kontribusi 14 poin dan delapan  rebound per  game .
Ia juga pernah menjadi pelatih kepala, tapi hanya di tim sekelas Oklahoma Storm. Tim ini bermain di United States Basketball League pada 2002, sebuah liga kelas bawah tempat para pemain mengasah kemampuan sebelum berkiprah di NBA atau liga-liga lain. dia/sya/taq
Biodata :
Nama Asli : Ferdinand Lewis Alcindor Jr
Nama Muslim : Kareem Abdul Jabbar
Masuk Islam : 1971
Lahir : New York City, 16 April 1947
Orang Tua : Ferdinand Lewis Alcindor Sr dan Cora Lilian
Klub Pertama : Tim Basket UCLA
Klub Profesional :
– Milwaukee Bucks (1969-1975)
– LA Lakers (1975-1989)
Penghargaan:
– Enam kali NBA MPV (1971-1972, 1974, 1976-1977, 1980)
– 19 kali menjadi tim NBA All Star (1970-1977 dan 1979-1989).
– Dua kali Finalis NBA MPV (1971, 1985)
– 10 kali All-NBA Team (1971-1973, 1974, 1976-1977, 1980-1981, 1984, 1986).
– Lima kali All-NBA Second Team (1970, 1978-1979, 1983, 1985).
– Lima kali NBA All-Defensive First Team (1974-1975, 1979-1981)
– Enam kali NBA All-Defensive Second Team (1970-1971, 1976-1978, 1984).
– NBA Rookie of The Year (1970)
– NBA All-Rookie Team (1970); dan banyak lagi

Prestasi :

– Juara NBA (1971) bersama Milwaukee Bucks
– Juara NBA (1980, 1982, 1985, 1987, 1988) bersama LA Lakers

Kobe Bean Bryant

Biografi Kobe Bean Bryant

tokohku45.blogspot.com


Suka biografi ini? Shear Yuk! 
 Share on Facebook    Tweet about this on Twitter     Share on LinkedIn      Pin on Pinterest      Share on Google+
Selamat dating diblog “BiogafiTokoh Dunia”. Ya disini terdapat berbagai macam biografi tokoh-tokoh terkenal di penjuru dunia dengan keahlianya masing-masing dan mungkin ada idola anda atau tokoh yang menginspirasi hidup anda di disini. Selamat berkunjung dan berikut biografinya…

Kobe Bean Bryant (lahir 23 Agustus 1978) adalah seorang pemain basket profesional Amerika yang bermain untuk shooting guard Los Angeles Lakers dari National Basketball Association (NBA). Kobe Bryant lahir di Philadelphia, Pennsylvania sebagai anak bungsu dari tiga anak dan satu-satunya putra dari mantan pemain Philadelphia 76ers dan mantan Los Angeles Sparks pelatih kepala Joe "Jellybean" Bryant dan Pamela Cox Bryant.  Ia juga keponakan thematernal Yohanes "Chubby" Cox. Orang tuanya bernama dia setelah daging sapi terkenal Kobe, Jepang, yang mereka lihat di menu restoran . Bryant dibesarkan Katolik Roma.  Ketika Bryant berusia enam tahun, ayahnya meninggalkan NBA dan keluarganya pindah ke Italia untuk terus bermain basket profesional.  Bryant menjadi terbiasa dengan gaya hidup baru dan belajar untuk berbicara Italia dan Spanyol.   Selama musim panas, ia akan kembali ke Amerika Serikat untuk bermain di liga musim panas basket. 
Bryant mulai bermain basket ketika ia berusia 3 tahun,  dan tim kesayangannya tumbuh dewasa adalah Lakers.  kakek Bryant akan mail kepadanya video pertandingan NBA, yang Bryant akan belajar.  Pada usia dini ia juga belajar bermain sepak bola;. tim kesayangannya AC Milan . Dia mengatakan bahwa jika ia tetap tinggal di Italia, ia akan mencoba untuk menjadi pemain sepak bola profesional,  Bryant adalah penggemar berat Barcelonamanager FC mantan Frank Rijkaard dan mantan pemain mereka Ronaldinho Setelah pensiun Joe Bryant dari bermain basket pada tahun 1991., keluarga Bryant pindah kembali ke Amerika Serikat.
                                                 
Bryant mendapat pengakuan nasional selama karir spektakuler sekolah tinggi di Sekolah Tinggi Merion Bawah terletak di Merion ofLower pinggiran Philadelphia. Sebagai mahasiswa, ia bermain untuk tim basket universitas . Ayahnya mengajarinya tahun kedua di SMU.. Meskipun selama tahun pertama tim ini biasa-biasa saja, tiga tahun berikutnya Aces mengumpulkan rekor 77-13, Bryant bermain dengan semua posisi lima  Selama tahun pertama, ia rata-rata 31,1 poin, 10,4 rebound dan 5,2 assist dan. Adalah . bernama Pennsylvania Player of the Year  Sekolah Tinggi perekrut dari seluruh negara itu berbaris untuk merekrutnya ke tahun pelarian nya  Duke, North Carolina, Villanova dan Michigan berada di atas daftar nya;. Namun, ketika Kevin Garnett masuk putaran pertama NBA Draft 1995, ia mulai mempertimbangkan untuk pergi langsung ke pro. Bryant menikmati karir basket sekolah tinggi atLower sukses Merion High School, di mana ia diakui sebagai pemain basket sekolah tinggi atas di negeri ini. Dia memutuskan untuk menyatakan kelayakan nya untuk NBA Draft setelah lulus, dan terpilih dengan memilih keseluruhan ke-13 pada 1996 NBA Draft oleh theCharlotte Hornets, kemudian dijual ke Los Angeles Lakers. Sebagai pemula, Bryant mendapatkan dirinya reputasi sebagai tinggi pamflet dan kipas favorit dengan memenangkan kontes Slam Dunk 1997.
Bryant dan Shaquille O'Neal memimpin Lakers untuk tiga kejuaraan NBA berturut-turut dari 2000 sampai 2002. Sebuah perseteruan sengit antara duo dan kerugian di tahun 2004 NBA Finals diikuti oleh perdagangan O'Neal dari Lakers setelah musim 2003-04. Setelah kepergian O'Neal Bryant menjadi landasan dari franchise Los Angeles Lakers. Ia memimpin NBA dalam penilaian selama the2005-06 dan 2006-07 musim, membuat rekor mencetak gol banyak dalam proses. Pada tahun 2006, Bryant mencetak karir-tinggi 81 poin melawan Toronto Raptors, poin terbanyak kedua mencetak gol dalam satu pertandingan dalam sejarah NBA, kedua hanya untuk 100-game point Wilt Chamberlain pada tahun 1962. Ia menerima penghargaan Most Valuable Player musim reguler Award (MVP) pada tahun 2008. Setelah kalah di final NBA the2008, Bryant memimpin Lakers untuk dua kejuaraan berturut-turut tahun 2009 dan 2010, mendapatkan NBA Finals MVP penghargaan pada kedua kesempatan.
Karir internasional senior Bryant dengan Amerika Serikat tim nasional akhirnya mulai tahun 2007. Dia adalah anggota dari Tim Nasional Senior 2007 USA Pria dan Amerika Serikat FIBA ​​Americas Championship Tim yang selesai 10-0, memenangkan emas dan berkualitas Amerika pria Amerika untuk Olimpiade 2008. Dia mulai di semua 10 dari Americas Amerika Serikat itu FIBA ​​Kejuaraan permainan. Dia selesai ketiga dalam tim untuk membuat dan mencoba lemparan bebas, peringkat keempat untuk tujuan lapangan dibuat, dibuat 3-pointer. Di antara semua pesaing kejuaraan FIBA ​​Americas, Bryant berada di peringkat 15 dalam angka, 14 di assist, dan kedelapan di steal. Bryant mencetak double-digit di delapan dari 10 pertandingan dimainkan. Bryant juga membuat permainan menang 14 kaki (4,3 m) jumper di atas garis busuk dengan detik tersisa dalam permainan. Saat ini rata-rata persentase penembakan 0,530, dengan 16,3 poin, 2,2 rebound, dan 3,1 assist. 


Pada Juni 2012, Bryant menempati peringkat ketiga dan kelima pada semua waktu skor liga pasca-musim dan sepanjang masa daftar musim reguler penilaian, masing-masing. Ia juga pencetak gol sepanjang masa terkemuka dalam sejarah franchise Lakers. Sejak tahun kedua di liga, Bryant telah dipilih untuk memulai setiap NBA All-Star Game yang telah diadakan di empat belas tahun terakhir. Dia telah memenangkan MVP All-Star penghargaan empat kali (2002, 2007, 2009, dan 2011), mengikat dia untuk paling Semua Penghargaan MVP Bintang dalam sejarah NBA. Dia adalah anggota 14-saat tim All-NBA dan anggota 12-saat tim All-Defensive, ia juga merupakan pemain termuda yang pernah menerima penghargaan defensif. Pada Olimpiade 2008, ia memenangkan medali emas sebagai anggota tim nasional Amerika Serikat. Pada tahun 2009, Sporting Newsand TNT bernama Bryant pemain NBA atas dekade 2000-an.

Minggu, 25 Januari 2015

Michael Jordan

Biografi Michael Jordan - Bintang Basket Dunia




Suka biografi ini? Shear Yuk! 
 Share on Facebook    Tweet about this on Twitter     Share on LinkedIn      Pin on Pinterest      Share on Google+
Selamat dating diblog “BiogafiTokoh Dunia”. Ya disini terdapat berbagai macam biografi tokoh-tokoh terkenal di penjuru dunia dengan keahlianya masing-masing dan mungkin ada idola anda atau tokoh yang menginspirasi hidup anda di disini. Selamat berkunjung dan berikut biografinya…

Bernama lengkap Michael Jeffrey Jordan (lahir di Brooklyn, New York, Amerika Serikat, 17 Februari 1963; umur 46 tahun) adalah pemain bola basket profesional asal Amerika. Ia merupakan pemain terkenal di dunia dalam cabang olahraga itu. Setidaknya, enam kali merebut kejuaraan NBA bersama kelompok Chicago Bulls (1991-1993, 1996-1998). Ia memiliki tinggi badan 198 cm dan merebut gelar pemain terbaik.Ia mulai berkarier di NBA pada 1984 dan bergabung dengan klub Chicago Bulls hingga 1998. Selama kariernya, ia telah mengoleksi enam gelar juara dan lima kali ditunjuk sebagai MVP reguler.

Pemilik nama terkenal Air Jordan ini pensiun dari dunia basket pada 2003 setelah dua tahun bergabung dengan Washington Wizards. Setelah itu, ia menjadi pengusaha. Selain tercatat sebagai pemilik Bobcats, Jordan sibuk dengan bisnis properti.a


Pada 1985, ia bertemu dengan Juanita Vanoy dan menikah pada 2 September 1989 di Little White Chapel (Las Vegas). Dari pernikahan mereka lahir tiga anak, yaitu Jeffrey, Marcus, dan Jasmine. Mereka 
bercerai setelah 17 tahun mempertahankan pernikahannya. Bahkan, keduanya sama-sama mengaku sudah tinggal terpisah sejak Februari 2006. Puncaknya terjadi pada 2002. Ketika itu, ia mengaku bahwa dirinya membayar Karla Knafel sebesar US$ 250 ribu untuk menjaga kerahasiaan hubungan. Knafel mengatakan bahwa Jordan menyebut pernikahannya sebagai "hubungan bisnis".

Mendengar hal itu, Juanita langsung mengajukan tuntutan cerai dan meminta separo dari total kekayaannya yang disebut mencapai US$ 400 juta (sekitar Rp 3,6 triliun). Juanita juga menuntut kepemilikan rumah mewah dan hak asuh ketiga anak. Jorgan kemudian bekerja keras menyelamatkan bahtera rumah tangganya. Sebulan kemudian, Juanita membatalkan tuntutannya.

Sejak Februari 2006, Juanita tinggal di Highland Park (Illionis), sedang Jordan di pusat Chicago. Akhirnya, keduanya memutuskan berpisah dan berbagi aset sekaligus hak asuh anak. Sidang perceraian berlangsung di Lake County, Amerika Serikat.